Suatu tantangan bagi guru matematika dalam menghadapi siswa yang lebih banyak tidak menyukai materi yang kita ajarkan. Melihat satu orang saja yang menyukai pelajaran yang kita ajarkan membuat Saya sebagai guru lebih semangat seribu kali.
Math
Mathematics in our life
DNA arrangement
Bilateral symmetry in butterfly
Polygons
Snowflake Progression
Etc
Senin, 07 Maret 2016
Kamis, 25 September 2014
Bentuk Nomor (Number Relationship)
Apakah kamu tahu???...
1+2 = 3
4+5+6 = 7+8
9+10+11 +12 = 13+14+15
16+17+18+19+20 = 21+22+23+24
25+26+27+28+29+30 = 31+32+33+34+35
Cek seterusnya
Minggu, 07 September 2014
PERTANYAAN EFEKTIF
Pertanyaan yang Efektif
“Malu bertanya sesat di jalan” adalah pepatah yang sudah tidak asing
lagi kita dengar ditelinga kita. Pepatah itu menunjukkan betapa pentingnya.
Tetapi kita tentunya tidak sembarang bertanya, bagaimana supaya pertanyaan yang
kita berikan dijawab dan menjawab apa yang kita inginkan. Apalagi sebagai
seorang guru diharapkan pertanyaan yang kita berikan memberikan ketrampilan,
pengetahuan, dan sikap yang lebih baik bagi anak didik.
Dalam pembelajaran bertanya sangat penting meningkatkan karakteritik
bertanya yang “menuntut siswa berpikir, tidak sekedar mengingat dan
menyebutkan” serta “Bersifat atau mengarah pada pertanyaan yang open-ended”. Karena dengan memberikan pertanyaan yang
meminta siswa untuk berpikir akan melatih siswa berbicara, berpikir lebih tajam
dan kedepan akan menjawab masalah-masalah yang dihadapinya dengan lebih banyak
berpikir. Dan dengan melatih siswa melalui pertanyaan-pertanyaan yang terbuka,
siswa akan lebih kreatif dalam berpikir untuk menjawab masalah bukan hanya
dengan satu cara tetapi bisa memberikan alternatif penyelesaian masalah yang
lain bila cara yang pertama tidak menyelesaikan masalah.
Terkadang kita memberikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak efektif
dalam pembelajaran, contohnya pada saat pembelajaran kita berungkali menanyakan
“sudah mengerti?” dengan serentak siswa menjawab “sudah” tetapi pada saat
diberikan tugas, siswa belum bisa menjawab pertanyaan tentang materi pelajaran
tersebut. Bukankah akan lebih baik jika kita langsung memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut materi agar kita tahu apakh secara umum
siswa mengerti temtang materi yang sudah diberikan.
Setelah pembelajaran melalui diklat online ini banyak hal yang sudah
dipelajari, yang natinya akan diterapkan langsung pada saat pembelajaran di
sekolah. Misalkan dengan mengganti cara bertanya yang kurang efektif selama ini
menjadi bertanya yang efektif yaitu bertanya dengan menghindari :
- Hindari pertanyaan yang tertutup, misalnya ya/tidak, atau pertanyaan tertutup (mengisi titik-titik).
- Hindari pertanyaan yang memandu siswa pada jawaban atau memberi petunjuk (clue) pada jawaban. Siswa perlu belajar dan berpikir di dalam matematika, tidak selalu harus dibimbing. Guru harus memberi kepercayaan pada mereka dan memberi kesempatan pada mereka untuk menjawab. Hal yang dibutuhkan adalah dorongan bagi mereka.
- Hindari pertanyaan yang terpusat pada guru. Arahkan siswa bahwa merekalah yang memiliki kepentingan dengan pertanyaan tersebut. Misalnya, “jelaskan pada teman-temanmu bahwa ...”, “coba yakinkan dirimu, mengapa.... “.
- Hindari memberi label mudah atau sulit pada pertanyaan yang diajukan. Ini dapat membuat siswa tidak mengerahkan perhatian yang maksimal untuk menjawab pertanyaan.
- Jangan pernah menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan. Usahakan siswa dapat menjawabnya walaupun pada akhirnya dengan sedikit bantuan dari guru.
- Hindari memberi judgment salah pada jawaban siswa. Akan lebih positif, dengan menganggap jawaban siswa belum tepat sehingga mengundang mereka untuk berpikir ulang dan melakukan usaha kembali menjawab pertanyaan dengan memikirkan mengapa jawaban mereka belum tepat.
Dan melakukan hal-hal berikut guna mengajukan pertanyaan yang lebih efektif.
- Beri kesempatan yang cukup pada siswa untuk menjawab soal. Guru jangan terburu-buru menjawab soal yang diajukan. Sadari bahwa terkadang guru sendiri membutuhkan waktu untuk menjawab soal.
- Tunjukkan perhatian dan keseriusan pada apa atau cara berpikir siswa.
- Berikan apresiasi pada usaha siswa untuk berpikir, apapun jawabannya.
- Upayakan siswa berpikir secara mandiri baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok. Jangan sampai siswa hanya membeo jawaban temannya.
- Upayakan siswa tidak menjawab secara serentak. Berilah kesempatan kepada siswa satu per satu.
- Selalu meminta siswa untuk mengemukakan alasannya atau argumentasi di balik jawabannya.
Artikel ini
adalah bagian dari tugas Diklat Online P4TK Matematika
Senin, 01 September 2014
Long life education
Belajar seumur hidup.
Kita tak akan lepas dari kata belajar, belajar bukan hanya disekolah(formal).
Belajar juga dilakukan diluar sekolah, bisa belajar dari pengalaman, belajar dari orang yang sudah tua, belajar dari internet bahkan belajar dari hewanpun dapat dilakukan.
Belajar secara formal memang banyak tantangannya. Perlu mempersiapkan waktu, dana, fisik yang sehat dan lain sebagainya. Tapi investasi yang paling menguntungkan adalah pendidikan. Jangan buang kesempatan jika kamu memiliki kesempatan untuk melanjutkanpendidikanmu.
Trimakasih
SCIP
Kita tak akan lepas dari kata belajar, belajar bukan hanya disekolah(formal).
Belajar juga dilakukan diluar sekolah, bisa belajar dari pengalaman, belajar dari orang yang sudah tua, belajar dari internet bahkan belajar dari hewanpun dapat dilakukan.
Belajar secara formal memang banyak tantangannya. Perlu mempersiapkan waktu, dana, fisik yang sehat dan lain sebagainya. Tapi investasi yang paling menguntungkan adalah pendidikan. Jangan buang kesempatan jika kamu memiliki kesempatan untuk melanjutkanpendidikanmu.
Trimakasih
SCIP
Langganan:
Postingan (Atom)
